Waktu terasa semakin berlalu,, tinggalkan cerita tentang kita..di saat ayah ku meninggalkan kami anak anak nya, ketempat yang gak akan mungkin bisa ku tempuh dengan jarak dan waktu. saat itu juga ibu ku pun menjadi seorang janda yang terkenal di desa tempat kami tinggal.
semua lelaki baik duda, lajang atau pun yang masih beristeri semua nya menyukai ibuku,
aku takut, kelak suatu saat ibu meninggalkan kami dengan alasan pergi kepada orang lain.
dan semua rasa yang aku takuti itu pun mulai terasa, semenjak kepergian ayah,,
ibuku menemani seorang lelaki lajang yang masih berumur 20 tahun bisa di sebut nama nya DEdy. dia anak desa preman kampung di desa itu, semua orang takut kepada dia, latar belakang lelaki itu, diA bisa dikatakan anak dari orang yang berada.
semakin hari,, ibu dan dia sangat kompak dan bahkan tak terpisahkan lagi, aku dan adik adik ku berusaha mengingatkan ibu agar tidak gegabah memilih pengganti ayah ku,,
kami anak anak ibu tidak pernah setuju ibu menggantikan ayah kami, apalagi dengan lelaki yang asal usulnya yang sangat mengerikan itu..
ditambah lagi mengingat usia mereka yang jauh berbeda, serta status mereka antara seorang janda dan lajang.
suatu harii, beriringnya waktu berjalan, ibu dan lelaki itu berencana ingin menikah, aku dan adikku kaget mendengar berita itu, padahal orang tua lelaki itu tidak pernah menyetujui hubungan ibu dengan lelaki itu.
sehingga, mereka pun berencana kawin lari,, aku menolak permintaan ibu,
karna ibu mengatakan kami harus pindah rumah serta sekolah kami. aku bantah omongan ibu yang gak masuk akal itu, tapi ibu malah mengatakan''aku yang ngatur semua ini, aku yang jalani, jadi semua kalian mesti ikut dengan aku, kalau kalian gak mau, ya udah kalian disini aja''
aku sedih mendengar omongan ibu yang tidak memikirkan perasaan aku dan adik adikku, mulai saat itu juga aku sangat membenci ibu serta lelaki yg ingin dia jadikan ayah kepada kami...
dengan terpaksa kami pun pindah rumah, ke suatu desa terpencill..
disana ada bibik keluarga ibu..
di saat kami sudah satu rumah dengan lelaki itu, aku tidak pernah menganggapnya ada, aku anggap dia bagaikan sampah yang layaknya dibuang.tapii ibu malah memarahi aku, dan ibu mengatakan aku ini anak tidak berbakti kepada orang tua, serta tidak sopan, aku gak peduli ibu bekata apa tentang diriku..
aku bencii..bencii.. sekali kepada mereka berdua, apalagi lelaki yang tidak tau kerja,,
hanya ibu yang berjuang mati matian mencari nafkah buat kami, sedangkan lelaki itu hanya duduk, sambil mengisap rokok dengan santainya, setiap kali orang orang desa itu bertanyak, lelaki itu kerja apa ??
pastii ibu berusaha menyembunyikan keburukan suaminya itu..
suatu harii, ketika kami ingin makan malam bersama, aku hanya ikut menghidangkan makanan di depan mereka,da tidak ikut makan. jangan kan makan bersama dengan lelaki itu, liat mukanya aja aku merasa aneh dan ennek..
ternyata lelaki itu tersinggung atas sikap ku, yang terlalu menonjol, bahwasannya aku itu benci kepada dia..
memang aku akui aku benciiii kepada dia, bahkan rasa nya ingin membunuh dia..
jangan kan dia, kepada ibu yang telah mengandung dan melahirkan aku pun, aku bencii melihatnya..
Suatu
Bersambung....

0 komentar:
Posting Komentar